My Journey With Jesus ^^

Daisypath Anniversary tickers

Minggu, 02 April 2017

Menikah untuk kemapanan ??

halo sudah lama ya aku tidak mampir disini...

hei, apa kabar?

ada banyak yang ingin kubagikan dengan pengalamanku dengan Tuhan yang baik...
tapi mulai darimana ya?

oke,
akhir-akhir ini aku terlibat dalam percakapan wanita dewasa yang merencanakan tentang PERNIKAHAN.
tapi sungguh mengejutkan karena kebanyakan menikah hanya karena faktor umur dan kemapanan...
" aku sudah umur begini dan sebentar lagi akan begini dan begini, aku ingin segera menikah dan begini "
di lain sisi,,,
pencarian akan pria-pria mapan sepertinya jadi sorotan tajam, beberapa wanita sepertinya lebih menginginkan kemapanan daripada seorang pria yang mengerti tentang kehendak Tuhan. maksudku itu berbicara tentang karakter yang Tuhan miliki dalam hidup seseorang...

seketika aku dipandang sebagai seseorang yang kuno, aneh dan agak menakjubkan.
hari begini??

sebut saja A, dia rela untuk mengakhiri hubungannya dengan B karena sinamot (mahar) yang kurang, kemudian berpacaran dengan pria lain yang lebih mapan. alasannya simpel banget, dia pengen mempertahankan kenyamanannya dengan gaya hidup dan kemewahan lewat orang baru tersebut. dengan kata lain dia menggantungkan hidupnya dari apa yang dimiliki oleh pria tersebut..

kadang saya bertanya, apa karena pemikiran saya yang ketinggalan atau zaman sekarang membuat orang menentukan pasangan hidupnya berdasarkan kemapanan dan kekayaan?
kekayaan atau kemampanan memang bisa membeli barang2 yang kita mau tetapi bukan dengan karakter yang baik.

saya pernah dijodohkan dengan seorang pria oleh salah satu family saya, awalnya saya enggan tapi karena promosinya bagus, saya akhirnya mau kenalan. bagus karena keluarga saya itu bilang dia ikut pelayanan sekolah minggu juga. saya belum tanya pekerjaan dan akhirnya saya terima dia sebagai salah satu teman di media sosial saya. dan saya baru tau kalau dia bekerja di salah salah satu bank bumn sebagai mana**r.
kalian pasti tau, rasanya dikirim ayat rohani setiap hari, penilaian saya awalnya bagus sampai akhirnya saya coba untuk berhenti merespon chattingannya beberapa hari dan akhirnya sifat aslinya keluar, dia kemudian menunjukkan uang-uangnya kemudian di poto utk dijadikan profil picture dan dia memamerkan kendaraan yang dia miliki dari sepeda motor, mobil mewah sampai beberapa barang berharga lainnya.
saya tidak damai sejahtera utk melihat dia sebagai orang yang saya akan doakan sebagai calon pasangan hidup saya.

bukan menjadi hal munafik kalau kita menginginkan hal yang indah bukan? tapi ini masalah memilih pasangan hidup loh, yang kita gak boleh menyesal karena alasan apapun nantinya kemudian mengatakan cerai, hiii...
saat itu ribuan komentar kecewa disampaikan kepada saya, sepertinya saya terlalu bodoh menyia-nyiakan pria seperti itu dengan jabatan dan karir yang bagus.
tapi pedoman saya sampai saat ini adalah, kekayaan itu pun asalnya dari Tuhan, jadi mengapa saya harus bergantung kepada orangnya?

sekarang saya tengah berhubungan dengan seseorang dan kita sudah menjalaninya selama 1 tahun 10 bulan.
dia belum memiliki pekerjaan dan saya tau tekanan dari kiri dan kanan selalu ada untuk saya meninggalkannya.
mungkin saya tidak bisa menceritakannya saat ini, tapi Tuhan yang menguatkan saya, Tuhan yang mencukupi apapun yang kami minta bahkan ketika sama-sama belum bekerja dan dia menguatkan dan mendukung saya, sekarang giliran saya yang akan mendukung dia.
kalau kata Pertamina, mulai dari NOL ya pak...hehhee...

saya bukan mau menakut nakuti hanya saja kalau kita membuat standar duniawi untuk menjadi pilihan dalam pencarian hidup siap-siap akan kecewa..
karena tampang misalnya, suatu hari nanti itu bisa berubah
karena kekayaan misalnya, suatu hari nanti itu bisa bangkrut.
tapi kalau kita memilih berdasarkan kriteria akan sifat Allah yang kita inginkan dalam dia. rasanya kita menjadi orang-orang yang cukup puas dengan apa yang kita punya, kita melengkapi bukan bergantung, kita sepadan bukan menjadi kurang atau lebih.

cari dan mintalah kepada Tuhan yang baik, yang baik menurut Dia yang bisa melengkapi kita bukan yang membuat kita bergantung...

5 komentar:

  1. Lus, tetap doa bareng ya biar sama-sama kuat,semangatttt...!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap kak meg, terima kasih ya kak meg, 😊

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. ishhh sama dengan penglamanku,,,pacarku saat itu kegiatannya hanya jualan atk didepan sekolah....yach namanya cewe adalah pergumulan spt itu yg paling utamanya reaksi sekitar..apa sanggup memenuhi kebutuhan ekonomi kami ??
    tapi ak berdoa adja burung diudara ngga ngapain2 bisa hidup,disediakan makanan masa ia kita manusia ngga diperhatikan ?? Puji Tuhan ngga salah pilih.emang kalo uda 'bersepakat' ama Tuhan ada adja jalan dipakeNya...tinggal kitanya mw atw tidak untuk mejalani..tetap berdoa yach sayangku....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap kak abeth, kesaksiannya menguatkan luar biasa Tuhan ini ya kak...

      Hapus