My Journey With Jesus ^^

Daisypath Anniversary tickers

Sabtu, 27 Januari 2018

What is Your Marriage Purpose?

Zaman sekarang, beragam sekali tujuan orang menikah.
ada karena paksaan usia.
ada karena tuntutan keluarga besar
ada karena ingin kaya 
ada karena planning atau rencana
ada juga karena takut kesepian dan perbincangan orang
ada yang karena sudah hamil duluan...
sekali lagi masing-masing kita itu merupakan pilihan.
aku sangat setuju bahwa pernikahan bukan perayaan yang berlakunya hanya satu hari atau dua hari jika resepsinya dibedakan.
menikah adalah proses seumur hidup, yang hanya memiliki satu pintu masuk dan tidak memiliki pintu keluar, kecuali karena kematian.
sekarang, pertanyaan tentang kapan menikah sudah bergema hampir di sudut kehidupanku. ada karena mereka bilang, sudah waktunya. ingat usia, ada juga karena teman2 lain sudah menikah, kamu kapan? dll...
kalian tau?
ketika kita melihat perayaan pernikahan semuanya bahagia...
semuanya indah, bahkan orang rela menghabiskan sampai ratusan juta hanya untuk moment itu. 
itu sangat bagus tetapi bukan itu yang utama sebab dalam pernikahan antara perayaan dan hasil pernikahan tidak ada hubungannya. 
Saya dan teman2 sedih melihat berita media tentang kehidupan orang terkenal yang sangat mewah perayaannya bahkan menikahnya juga di luar negeri tetapi berakhir dengan perceraian. tidak seorangpun menginginkannya. 

Jangan takut kalau perayaan pernikahan kita biasa. Jauh dari kata sempurna. asal bangku gereja lebih banyak di hadiri oleh orang. karena kita membutuhkan doa-doa orang lain menjadi berkat bagi kehidupan kita yang baru.

tidak sedikit jumlah orang yang curhat dan mengatakan pada saya juga, seandainya saya bisa mengulang waktu saya tidak ingin menikah dengan dia. pertanyaannya. kemarin kemana aja? apa karakter pasangannya gak dilihat jelas? apa keluarganya gak diketahui jelas? bagaimana dia memperlakukan keluarga, orang sekitar bahkan hubungan dia dengan Tuhan. Dia cuma menggelengkan kepala sambil menangis dan berkata.
Papa saya sudah setuju lus, karena SEPERTINYA dia pria yang hebat dan kaya.

kata2 sepertinya adalah kata2 yang paling real untuk menjelaskan dia sebenarnya tidak melihat dengan jelas karakter pasangannya itu di zaman dahulu.

saya berdoa dan saya ikut menangis dengan teman saya itu. saya tau itu tidak bisa diulang, tetap saya hanya bisa menguatkan agar dia pun kuat menjalani hidup dan pilihannya.
semakin kesini saya merasa bahwa JODOH itu hanya bias dalam kata2 drama korea atau film yang kita dengar. intinya kita yang MEMILIH akan menikahi siapa.
Si a, si B, dll...
dibutuhkan waktu, dibutuhkan pergumulan doa, dibutuhkan masa2 kalian pernah mengalami penderitaan dan menyelesaikannya. supaya saling mengenal dan besok2 kalian tidak akan bilang, saya kecewa dan saya menyesal.
saya memang belum menikah, tetapi masa ini saya mau belajar tentang banyak pengalaman dan resep tentang pernikahan. KESIMPULANNYA, sebelum menikah belajarlah pengalaman dari banyak orang. Jangan hanya kepada bapak atau ibumu, sebab pengalaman mereka belum tentu sama dengan kita.
semua menginginkan kebahagiaan dalam pernikahan.
tetapi orang bilang, tidak ada yang terus bahagia, YES... dalam pacaran aja ada banyak masanya. tetapi setiap pasangan harus menyadari bahwa mereka harus memiliki apa yang menjadi tujuan mereka untuk menikah.
Gak usah muluk2 mengatakan memuliakan Tuhan padahal mengerti kasih aja belum tau...(Kata seorang Pendeta)

point pertama tujuan menikah adalah kasih, dan kasih adalah meletakkan kebahagiaan orang lain sebagai subjek. SELAMA KITA MASIH melihat diri kita sebagai subjek dalam kasih yang kita buat maka kita tidak akan pernah tau cara mengampuni pasangan, cara mengendalikan ego dll..karena semuanya tentang kita,

point kedua adalah meletakkan Kristus sebagai pusat dari hubungan. bergantungnya sama Tuhan, mengasihinya karena Tuhan dan tujuannya agar pernikahan kita memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.

jadi menikah tidak memiliki dasar bahwa pusat dari segalanya adalah tentang kita.banyak kebutuhan dari pasangan yang gak cukup kalau dipenuhi hanya berdua tetapi Kristus sanggup menemukan kebutuhan hakiki yang paling dibutuhkan. karena iblis sering mencuri sukacita anak2 Tuhan dengan menghancurkan rumah tangga.
ada beberapa list dan standar yang harus kita buat tentang pernikahan kita. sebulan kedepan, setahun kedepan. dll....
kalau perayaan pernikahan hanya sebentar, jangan sampai demi perayaan pernikahan pikiran kita lebih tersita daripada hal yang paling penting. Apakah Tuhan benar2 menginginkan pernikahan kita?
saya takut, saya cemas, saya penuh pertanyaan pada Tuhan apakah dia akan menolong saya sampai ke tahap itu, apakah hubungan saya sekarang adalah apa yang Dia inginkan, apakah saya sudah  kuat untuk mendoakan pasangan saya selama ini. apakah saya sudah menjadi tiang doa bagi pasangan saya sekarang? pergumulan demi pergumulan.. 

tetapi doa dan keyakinan harus benar-benar diuji.Alkitab mengatakan; Ujilah segala sesuatu karena semua baik tetapi belum tentu benar.

saya tidak henti meminta Tuhan menolong hati kami bertumbuh. bertumbuh untuk mengasihi, saling memaafkan, mudah mengampuni dan saling membangun, saling rukun .

saya tidak takut memikirkan Tuhan apakah kami akan jadi kaya? apakah akan banyak rezeki? sebagai anak Tuhan kita harus aman dalam masalah keuangan sebab kita tau TUhan yang memelihara. 

Apa yang menjadi motivasi untuk menikah akan menentukan  output, mari kita benar-benar  menyerahkan semua kepada Tuhan. Jangan paksa Dia menyetujui apa yang tidak kita inginkan dan sebaliknya. dan dengan jujur melihat apa yang sebenarnya kita cari.
sekali lagi, ini bukan hal yang mudah.
tetapi selagi ada waktu baiklah kita belajar kepada orang lain.
banyaklah memiliki pengetahuan yang benar.
dan bergumul lah dengan Tuhan tentang apa yang kita doakan.

jangan mempersempit waktu Tuhan menjawab doa-doa kita dan pergumulan kita demi  tekanan demi tekanan yang datang dan mendesak dan  jangan jadi takut  untuk lebih mendengar Tuhan daripada orang lain. Percayai kata hati tetapi minta hikmat Tuhan.

Selasa, 02 Januari 2018

2018

Halo selamat memasuki tahun yang baru di 2018.
pada banyak yang buat resolusi dong ya?
kalo aku sih belum buat apa-apa sebanyak teman-teman disana.
yang pastinya aku lagi fokus akan revisi tesisku (walaupun sudah wisuda ijzahnya masih disana) dan juga fokus akan buku yang akan aku produksi tahun ini... doakan ya teman-teman...

pengalaman di tahun 2017 lalu banyak suka dan duka...
baiklah aku akan mulai dengan suka dulu ya,
1. Aku banyak punya teman baru disini, baik teman kerja maupun teman yang ketemu di jalan dan jadi akrab gitu.

2. Doa kami terjawab pacarku diterima sebagai mahasiswa notaris di salah satu perguruan tinggi negeri.

3. Akhirnya setelah proses yang panjang dan setelah 1,5 tahun akhirnya jadi pegawai tetap yes....

4. beberapa benda atau barang yang sudah lama diidam-idamkan akhirnya Tuhan kasih cuma-cuma

5.bisa dekat sama calon mertua, ehhh..

6.akhirnya dikunjungi emak sama adik ke kota perantauan ini.

dan dukanya;
1. aku gagal untuk sebuah hal yang kuidam-idamkan, tetapi Tuhan menolong hatiku untuk tidak terlalu ambisi terhadap apa yang kuinginkan melebihi apa yang Dia mau.

2.sering berhadapan dengan orang yang beda karakter, terlalu pelit, mau menang sendiri, suka menyuruh dan benar2 banyak diproses ketika bertemu dengan orang seperti itu.

3.banyak wkatu yang tidak terpakai karena menunggu-nunggu hari esok. hiks....

jadi solusinya buat tahun ini,
aku pengen jadi orang yang lebih disiplin supaya aku bisa menyelesaikan satu buku dan satu tesisku dengan baik untuk tahun ini.

semua pasti mengalami suka dan duka ya?
kehidupan gak slalu baik dan menyenangkan...
tapi tahun ini Tuhan membukakan sesuatu hal agar aku boleh memperbaiki kuantitas dan kualitas doaku yang tidak seperti tahun 2017 kemarin.

bersyukur untuk kasihNya dan bersyukur untuk Rahmat Tuhan Yesus/
Dia selalu Baik.

Senin, 26 Juni 2017

tentang Berdoa

Halo Blogger...

bagaimana harimu?

maaf ya sudah lama gak menulis lagi karena disebabkan beberapa hal dan 1kg kemalasan, hehehe...

bicara tentang doa, semua orang pasti pernah melakukannya kan?
dan tidak sedikit orang akan melakukannya apalagi pas kepepet ^_^
kepepet dengan pergumulan, masalah, mau diberkati dan lain sebagainya.

tapi sejak nonton FILM WAR ROOM.
maaf gue lagi malas mereview itu film tentang apa, tapi sangat bagus lah buat yang  sedang akan menghadapi kehidupan berumah tangga atau sudah berumah tangga.

 tetapi intinya,
saya melihat bahwa BERDOA bukan suatu cara agar saya diberkati, saya dilepaskan dari pergumulan, saya dikabulkan dengan banyak hal.
tetapi BERDOA adalah kebutuhan dimana saya harus berbicara kepada-NYA.

sejak saya merantau, tidak terhitung pulsa yang harus saya keluarkan agar bisa menelpon mama, papa dan adek2 saya. bagi saya tidak mendengar suara mereka satu hari saya rasanya sepi dan kayak ada yang kurang, lama-lama itu menjadi kebutuhan saya. kebutuhan jiwa dimana ketika mendengar mereka dalam kondisi baik saya pun merasa baik dan bahagia. mengapa? karena saya mencintai mereka dan sebaliknya. akhirnya, selain karena hubungan keluarga saya memiliki ikatan yang lebih lagi dan itu disebabkan komunikasi verbal.

selain itu?
saya punya sahabat bernama  WINDA SINAGA,...
dia hanya seorang sahabat tanpa ikatan darah, tapi kami saling merindu setiap minggu sehingga baik dia ataupun saya akan melakukan komunikasi verbal. banyak yang kita bicarakan, baik tentang keluarga, sahabat, pekerjaan maupun soal partner hidup.
dari komunikasi itu tercipta ikatan batin yang membuat kami saling merangkul satu sama lain. dan itu menjadi kebutuhan sebagai sahabat.

saya tidak perlu jelaskan bagaimana ketika kita dengan pacar atau suami atau istri bukan, bahkan setiap hari rasanya tidak afdol jika tidak tercipta sebuah komunikasi. apalagi dengan pacar yang jauh, LDR itu seperti menyiksa dan komunikasi adalah sebagian dari penyembuhnya.

bagaimana dengan Yesus?
siapa Dia?
hampir sebagian besar orang Kristen mengenal DIA.
Juruslamat, Mesias, yang mati 2000 tahun lalu untuk menebus dosa setiap manusia.
bayangkan dari 2000 tahun lalu dan itu masih tercipta komunikasi sampai sekarang.
bagaimana kita bisa tau?
karena sampai saat ini ada banyak orang yang begitu melihat hasil karyannya, mengalami perjumpaan dengan kasihNya dan mengenalkan itu lewat banyak hal. Peristiwa, tulisan, Alkitab sebagai petunjuk dan lain sebagainya.

hanya sayangnya beberapa orang mengerti itu sebagai sejarah.
sebagian lagi hanya mempercayainya tapi tidak begitu yakin akan melakukan komunikasi dengan Nya.
atau sebagaian lagi tidak mengalami Nya, karena Dia tidak menginginkan lebih dari Dia selain berkat-berkatNya.

semakin saya rindu untuk berdoa kadang-kadang Tuhan menginginkan lebih dalam hidup saya, kadang-kadang Dia akan tertawa dengan sederet permintaan yang saya bawa sejak tahun lalu dan belum dikabulkan sampai sekarang. KENAPA DIA TERTAWA? APAKAH DOA SAYA TIDAK MENARIK?
bukan, tetapi Dia melihat bahwa itu terlalu kecil bagiNya untuk mengabulkanNya. Dia mau saya berdoa untuk hal yang lain. kalian tau kemana arah doa itu?
ke jiwa-jiwa yang belum saya kenal, kerinduan untuk berbicara dengan jiwa-jiwa itu dan mendoakannya. kadang bahkan saya lupa dengan permintaan2 saya dalam doa saya. ternyata semakin saya berdoa semakin benar kata Alkitab itu, Dia yang mengajak saya bagaimana caranya berdoa. saya diperlihatkan untuk melihat betapa luasnya arena yang Dia rindukan saya doakan, ketika banyak orang lain hanya berbicara tentang kebutuhan masing-masing dalam doa nya.

Roma 8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

selain itu kita jadi mengerti bahwa berdoa itu adalah komunikasi, dan apabila kita sering melakukannya komunikasi itu akan berubah menjadi kebutuhan dan tercipta ikatan batin yang sangat kuat. sama seperti yang saya jelaskan di awal bahwa ketika itu menjadi kebutuhan seperti ada yang kurang dan saya akan melengkapi itu dengan kembali terhubung dan berbicara verbal sebagaimana mestinya saya lakukan kepada mereka.

kadang-kadang doa menghubungkan kita tidak hanya kepada pencipta, tetapi terhadap orang-orang yang kita doakan. luar biasa kan guys?

sejujurnya list doa saya kalau mengenai jawaban doa masih ada beberapa yang belum tercapai dan hampir kadaluarsa menurut saya. bukan berarti saya tidak peduli lagi tentang itu, atau iman saya ragu. justru ketika saya menempatkan itu dalam doa saya maka saya harus mempercayai ketika Tuhan mengajari saya untuk mendoakan hal besar dan itu terjadi bagaimana mungkin dia melupakan hal yang kecil yang saya doakan bagi diri saya sendiri?

jadi intinya.
jangan sampai kita bergelut dengan masalah kita namun lupa berdoa, jangan sibuk dengan permintaan kita namun kita melupakan DIA, jangan sampai mencari Dia ketika banyak permintaan yang hampir kadaluarsa. tetapi berdoalah karena kamu merasa DIA adalah kebutuhan.

Minggu, 02 April 2017

Menikah untuk kemapanan ??

halo sudah lama ya aku tidak mampir disini...

hei, apa kabar?

ada banyak yang ingin kubagikan dengan pengalamanku dengan Tuhan yang baik...
tapi mulai darimana ya?

oke,
akhir-akhir ini aku terlibat dalam percakapan wanita dewasa yang merencanakan tentang PERNIKAHAN.
tapi sungguh mengejutkan karena kebanyakan menikah hanya karena faktor umur dan kemapanan...
" aku sudah umur begini dan sebentar lagi akan begini dan begini, aku ingin segera menikah dan begini "
di lain sisi,,,
pencarian akan pria-pria mapan sepertinya jadi sorotan tajam, beberapa wanita sepertinya lebih menginginkan kemapanan daripada seorang pria yang mengerti tentang kehendak Tuhan. maksudku itu berbicara tentang karakter yang Tuhan miliki dalam hidup seseorang...

seketika aku dipandang sebagai seseorang yang kuno, aneh dan agak menakjubkan.
hari begini??

sebut saja A, dia rela untuk mengakhiri hubungannya dengan B karena sinamot (mahar) yang kurang, kemudian berpacaran dengan pria lain yang lebih mapan. alasannya simpel banget, dia pengen mempertahankan kenyamanannya dengan gaya hidup dan kemewahan lewat orang baru tersebut. dengan kata lain dia menggantungkan hidupnya dari apa yang dimiliki oleh pria tersebut..

kadang saya bertanya, apa karena pemikiran saya yang ketinggalan atau zaman sekarang membuat orang menentukan pasangan hidupnya berdasarkan kemapanan dan kekayaan?
kekayaan atau kemampanan memang bisa membeli barang2 yang kita mau tetapi bukan dengan karakter yang baik.

saya pernah dijodohkan dengan seorang pria oleh salah satu family saya, awalnya saya enggan tapi karena promosinya bagus, saya akhirnya mau kenalan. bagus karena keluarga saya itu bilang dia ikut pelayanan sekolah minggu juga. saya belum tanya pekerjaan dan akhirnya saya terima dia sebagai salah satu teman di media sosial saya. dan saya baru tau kalau dia bekerja di salah salah satu bank bumn sebagai mana**r.
kalian pasti tau, rasanya dikirim ayat rohani setiap hari, penilaian saya awalnya bagus sampai akhirnya saya coba untuk berhenti merespon chattingannya beberapa hari dan akhirnya sifat aslinya keluar, dia kemudian menunjukkan uang-uangnya kemudian di poto utk dijadikan profil picture dan dia memamerkan kendaraan yang dia miliki dari sepeda motor, mobil mewah sampai beberapa barang berharga lainnya.
saya tidak damai sejahtera utk melihat dia sebagai orang yang saya akan doakan sebagai calon pasangan hidup saya.

bukan menjadi hal munafik kalau kita menginginkan hal yang indah bukan? tapi ini masalah memilih pasangan hidup loh, yang kita gak boleh menyesal karena alasan apapun nantinya kemudian mengatakan cerai, hiii...
saat itu ribuan komentar kecewa disampaikan kepada saya, sepertinya saya terlalu bodoh menyia-nyiakan pria seperti itu dengan jabatan dan karir yang bagus.
tapi pedoman saya sampai saat ini adalah, kekayaan itu pun asalnya dari Tuhan, jadi mengapa saya harus bergantung kepada orangnya?

sekarang saya tengah berhubungan dengan seseorang dan kita sudah menjalaninya selama 1 tahun 10 bulan.
dia belum memiliki pekerjaan dan saya tau tekanan dari kiri dan kanan selalu ada untuk saya meninggalkannya.
mungkin saya tidak bisa menceritakannya saat ini, tapi Tuhan yang menguatkan saya, Tuhan yang mencukupi apapun yang kami minta bahkan ketika sama-sama belum bekerja dan dia menguatkan dan mendukung saya, sekarang giliran saya yang akan mendukung dia.
kalau kata Pertamina, mulai dari NOL ya pak...hehhee...

saya bukan mau menakut nakuti hanya saja kalau kita membuat standar duniawi untuk menjadi pilihan dalam pencarian hidup siap-siap akan kecewa..
karena tampang misalnya, suatu hari nanti itu bisa berubah
karena kekayaan misalnya, suatu hari nanti itu bisa bangkrut.
tapi kalau kita memilih berdasarkan kriteria akan sifat Allah yang kita inginkan dalam dia. rasanya kita menjadi orang-orang yang cukup puas dengan apa yang kita punya, kita melengkapi bukan bergantung, kita sepadan bukan menjadi kurang atau lebih.

cari dan mintalah kepada Tuhan yang baik, yang baik menurut Dia yang bisa melengkapi kita bukan yang membuat kita bergantung...

Kamis, 25 Februari 2016

Tuhan menjawab Doaku (Part 3)- FINISH


akhirnya ini bagian ending yang aku akan selesaikan...

pas masuk ke salah satu Badan Usaha Milik Negara ini saya sempat dapat mimpi kalau saya itu naik burung merpati gede banget dan saya terbang tinggi, saya mengamini bahwa ada sesuatu yang besar sedang terjadi dalam hidup saya.

kalau kata orang arti mimpi saya bagus, kalau saya mengaminkan bahwa semua yang Tuhan buat dalam hidup saya adalah BAGUS.

setaip tahap ujian yang saya kerjakan dalam proses tes ini sungguh diluar dari perkiraan saya, Tuhan memberikan dari yang saya perkirakan, saat saya down dan mulai mengasihani diri saya sendiri, Tuhan selalu menguatkan saya, Dia sangat baik sekali...

apalagi pas tes kesehatan, saya sempat down pas Dokter yang meriksa bilang kalau saya memiliki pasir di ginjal saya karna saya kurang minum, sedih banget saya mulai berfikir kalau saya gak mungkin LULUS!

sampai tahap saya menunggu hasil pengumuman, tiba tiba dari kerjaan pertama saya dapat SK dipindahkan ke Kalimantan. what?? saya nangis, saya sedih saya bingung....
jujur saja saya tidak pernah ke pulau itu, saya dipindahkan ke Pulang Pisau di Kalimantan Tengah.
dan dari 20 orang yang dipindahkan hanya 2 orang wanita.... dan itu pertama yang dipindahkan kerja disana...

saya sibuk nyari orang yang bisa nolong saya supaya tidak jadi dipindahkan kesana, hasilnya NIHIL, saya sedih banget...

orangtua saya terutama mama, gak ikhlas kalau saya dipindahkan kesana, tapi mau tidak mau lusa nya saya harus berangkat. di satu sisi hanya pengumuman untuk BUMN itu saja yang bisa menolong saya, sayangnya itu juga belum pengumuman dan sejujurnya saya ragu percaya untuk lulus karna pada saat tes kesehatan ginjal saya tidak bersih...

dan dengan berat hati saya dipindahkan kesana...
saya nangis tiap malam, hahahaha...

karena tidak ada rumah penduduk dekat mess kami tinggali itu, hanya hutan karna kantornya baru dibuka di daerah sana. tapi ditengah kondisi itu saya bersyukur bahwa senior yang kami jumpai sangat baik semuanya.
kalau dilihat dari lingkungan memang kurang nyaman karena kami mandi airnya pun masih bergantung pada air dari bor yang warnanya masih kecoklatan dan banyak jangkrik dan hewan kecil lainnya yang datang kerumah.

dan jadilah tidak berapa lama kemudian saya jatuh demam...
Mama saya di kampung panik dan saya bilang saya tidak betah, dan saya sudah pastikan awal tahun 2016 saya akan resign.

malamnya sambil nangis dan terus berdoa saya bilang sama Tuhan Yesus kalau saya tidak lama kok di kalimantan ini..
malam minggunya tante saya mengunjungi saya, jarak dari rumahnya ketempat saya sekitar tiga jam dan sesuatu terjadi pas pacar saya nelpon dan dia bilang kalau saya tidak lulus karna pengumumannya sudah keluar.

saya mencoba untuk bersyukur walaupun agak berat hati dan beberapa menit kemudian pacar saya menelepon lagi untuk bilang bahwa saya cuma dikerjain oleh dia karna sebenarnya saya lulus. Dia bahagia sekali apalagi saya dan tante saya....

kita teriak- teriak, kita pelukan, kita lompat bersukacita dan tidak terasa airmata mengalir di pipi, bahwa Tuhan kasihan pada saya....

sedih, hampir putus asa, kemudian berpengharapan, mencoba terus dan pantang menyerah adalah lukisan hidup saya dalam mencari pekerjaan. Tuhan gak langsung memberikan apa yang saya inginkan dalam hati, proses saya berbeda dari orang lain..

tapi saya bersyukur karna di proses itu saya merasa Tuhan ada dekat saya terus...

saya tau sekarang bahwa Tuhan sedang menyiapkan hal baik dalam hidup saya...
tapi saya tetap belajar bahwa yang saya cintai harus TUHAN bukan BERKATNYA...

karena sebahagia apapun kita menerima berkat Tuhan itu tidak ada yang sifatnya kekal selain kita menerima DIA sebagai berkat itu sendiri...

saya hanya berhenti disini??

tidak!

saya tidak takut lagi untuk bermimpi yang tinggi karna saya tau kepada siapa saya berpengharapan dan Tuhan yang saya sembah....
saya masih punya banyak deretan mimpi yang saya ingin capai bersama Tuhan tentunya dengan cara yang benar. walaupun zaman sekarang bagi sebagian orang mencari pekerjaan itu gampang karna ada uang atau orang dalam, kamu harus percaya bahwa kamu salah satu yang akan diutusnya untuk mengerjakan kebenaran bahkan dalam susahnya mencari pekerjaan...

saya rindu suatu hari nanti, saya berdiri untuk memimpin bangsa ini..

saya rindu bahwa yang akan mengerjakannya bukan lagi yang lain, saya rindu bahwa Tuhan juga mengutus saya untuk visi besar bagi Indonesia. tapi sekarang saya belajar dari hal yang kecil dulu dan hal yang sangat disepelekan orang. karna saya tau bahwa apapun boleh Tuhan pakai untuk menyatakan Kemulian- Nya.


BL, Lusiana 25 Februari 2016


Minggu, 31 Januari 2016

Tuhan Menjawab Doaku - Part 2



Hello,,

masih serius mau dengerin lanjutan kesaksianku kan?

oke aku lanjutin.....

Jadilah pas aku dapat kerja di perusahaan itu,  aku dapat penempatan di Rembang...

jadilah pada hari itu juga tiba-tiba namaku jadi muncul di keluarga besar jadi "tokoh panutan" terkhusus buat golongan adek2 ku di bawah tingkatku, khususnya papaku, Dia bilang kalau dia sangat salut pada perjuangan kerasku dan idealisku yang dulu sangat ditentangnya habis-habisnya...

aku bilang semua karena "Tuhan Yesus" aku pikir memang bukan hal sulit bagi Dia untuk kasih berkat seperti yang kita mau, tetapi terlebih dahulu Dia mau membentuk hidup kita supaya kita siap akan berkat yang diberikan Dia untuk memberkati lebih banyak orang lagi..

dan satu hal yang aku belajar dalam Proses itu untuk tetap setia dan taat mengikuti jalan Tuhan itu kita harus bayar harga dan itu bikin kita semakin banyak berserah dan mempercayai Dia bahwa yang kita lakukan itu akan berbuah pada waktu Nya...

dulu Papa saya bilang, mana ada zaman sekarang bisa kerja di perusahaan bagus tanpa ada orang "dalam", kalian pasti tau maksudku ttg orang dalam, yaitu orang yang berada di perusahaan itu yang memiliki jabatan bagus yang menarik kita masuk karena rekomendasinya, atau menurut papa saya selain karena orang dalam karena duit alias 'sogokan'. saya tidak peduli dengan kebiasaan zaman sekarang yang masih mau melakukan hal-hal diatas, tapi saya PEDULI akan Firman Tuhan agar saya tetap "BERJALAN LURUS TIDAK MENYIMPANG KE KIRI DAN KE KANAN"

Papa saya nangis lah apalagi mama saya, kok bisa yaa, anaknya yang cuma lulusan di sumatera utara bisa bersaing diantara lulusan sarjana yang lebih lebih hebat langsung dari ibukota?

aku hanya bisa tersenyum dan mengatakan; SEMUA KARENA KEBAIKAN TUHAN YESUS...

saya sempat down kalau mengingat dulu bagaimana ada aja orang-orang yang menertawai perjuangan hidup saya, ' KOK MAU SUSAH-SUSAH YA CARI KERJA? KAN TINGGAL MINTA BAPAKNYA MASUKAN KE DEPARTEMEN PU!'  kebetulan karena merek papa saya kerja memang di PU....kalau PNS pasti tau lah ya singkatannya? PEKERJAAN UMUM...

aku bingung dengar komentar gitu...
saya malah bangga dengan diri saya sendiri, harus mandiri, harus berjuang, tidak seperti anak- anak mereka yang manja yang hanya bisa berharap pada harta kekayaan orangtuanya.....

tapi jujur saja, saya menyadari sesuatu pas saya kerja di Rembang itu, sepertinya saya bekerja hanya untuk pembuktian saja, agar orangtua saya sadar bahwa saya bisa tanpa bergantung kepada mereka...
saya senang karena teman-teman saya banyak dan pacar saya mendukung, hanya saja saya merasa bahwa apa yang saya kerjakan di dalam bukan pekerjaan impian yang saya inginkan...

saya di tempatkan di bagian Pengadaan dan tugasnya membuat kontrak...
kamu jangan liat bahwa bagian pengadaan tempat korup! Puji Tuhan untuk sistemnya sangat aman, orang- orang di dalamnya juga orang-orang jujur, apalagi bos saya, kalau ada supplier yang kirim hadiah pasti beliau menolak dengan keras dan mengembalikan semuanya, saya salut dan saya beruntung karena saya berada di tempat dengan karakter orang yang sevisi dengan saya...

tapi sampai beberapa bulan saya jalani ada yang  mengguncang hati saya....
seperti saya meyakini bahwa pekerjaan ini belum "LADANG SAYA"
saya berdoa dan ada beberapa pertimbangan saya secara pribadi yang membuat saya mencoba pekerjaan yang lain...

pada saat itu saya ikut 2 lowongan BUMN dan keduanya meluluskan saya di bagian administrasi, saya menjadi bimbang harus ikut yang mana, karena mengejar untuk ujian dari Rembang ke Jakarta tidak bisa sekali dua, dan pada saat itu saya berdiskusi dengan MAMA saya dan saya kaget karena dia menyuruh saya ikut tes di perusahaan asuransi yang saya ceritakan di PART 1 kemarin dan kalian tau  saya pernah gagal di wawancara psikologinya.....

"Ma, gak salah?? "

tapi mama saya terus meyakinkan saya kalau Tuhan akan menyertai saya sampai saya selesai dan lulus... hanya karena melihat semangat EMAK nya maka saya berjuang walaupun tidak pede....
diam-diam saya mulai cari hari tenang untuk ikut ujian tanpa sepengetauan satu kantor.....

sayangnya langkah saya sempat akan terhenti karena papa saya melarang;
menurut beliau anaknya ini tidak tau bersyukur, hohoooo karena masih belum puas terus ( alasan sebenarnya karena papa saya ternyata sudah berdiskusi dengan salah satu pensiunan pimpinan di cabang medan bagaimana tentang prospek perusahaan itu dan karena menurut Papa saya bagus saya dilarang, tapi alasan ke anaknya ya kamu tidak tau bersyukur, hehehhe)..

tapi karena semua keluarga apalagi mama bilang gak apa-apa dicoba, jadilah saya mencobanya....

dan pada saat saya ujian mulai dari tahap 1-6 semuanya Tuhan memang yang sangat bekerja dan saya dapat melihat bagaimana Dia menolong saya melewatinya....

(Kalau mau tau liat PART-3)

kalau pengen melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam hidupmu! Kamu harus yakin bahwa Tuhan itu hidup dan Tuhan itu melihat apapun yang kamu kerjakan dan semuanya akan Indah pada waktuNya Tuhan, karena JanjiNya selalu tepat waktu....

Bersambung......

Rabu, 27 Januari 2016

Tuhan Menjawab Doaku- PART 1


Guys, aku pernah janji akan kasih kesaksian, bagaimana aku mendapatkan pekerjaan...
rasanya sekarang itu bahagia, tapi tiga tahun itu tidak mudah bagiku untuk terus berpengharapan saat aku pikir tiada lagi jalan terbuka bagiku...

28 Januari tepatnya setahun lalu aku merantau kejakarta...
dan disitulah aku memulai segalanya...
bersama seorang sahabatku kita memutuskan untuk hidup berjuang di kota besar yang katanya "lebih kejam dari ibu tiri"

kita sepakat untuk satu kamar berdua untuk menghemat biaya dan ternyata harga kamarnya 2 kali harga kost di daerah ku dimedan sana  dan *jreng* aku begitu kaget ketika pintu dibuka oleh yang punya kost, itu kost sempit banget dan yang lebih sedih lagi pas buka kamar itu ukuran 2 kali 3 doang, dalam hati aku mulai mengeluh dan stress....
"sanggup gak ya Tuhan aku bertahan?" tiap hari selama 3 hari kalau malam uda tiba kerjaanku cuma menangis manja sama Tuhan....

pagi-pagi kita mulai belajar naik busway karena itu transportasi yang lebih murah, kita sempat tersesat hahhaa.... tapi siap itu besok2 malah senang naik busway kemana aja karena cuma 3500 bisa keliling jakarta, gak cuma busway kita coba juga commuter line..

kita mulai ikut2 jobfair entah dimana-mana , sakitnya ngejar busway biar gak telat, dan keliling demi cari kerja sakitnya itu *disini* kemarin sempat beberapa perusahaan swasta coba dan hoki hhahaha sebenarnya awalnya aku kejakarta sudah memantapkan hati pengen kerja di BUMN karena kalo ikut PNS taun itu gak buka, gak pede juga sih coba BUMN dari jakarta karena kan saingan lebih jago lagi dan lebih mantap...

dan jadilah aku di tahap akhir perusahaan gede kayak Astra dan Careffour bagian MT, dan entah kenapa walaupun iming2 gaji gede tapi karna harus kerja kadang2 di hari sabtu dan minggu jadi bikin aku berfikir dua kali, dan sebelum tahap akhir aku langsung serahin berkasku kembali ke bagian SDM karena aku gak siap untuk itu, aku berfikir untuk ibadah dan waktu dengan keluargaku, hehhee, walaupun pada saat itu aku dibilang bodoh sudah menyiakan kesempatan yang baik aku tidak peduli!

dan pada saat itu aku tidak ikut lagi jobfair karena di jobfair sangat jarang untuk lowongan BUMN kecuali PERTAMINA dan jujur saja aku pernah kalah di tahap psikotesnya, hahahha....
aku tidak ikut karena aku tidak mau jadi penghalang bagi orang yang benar2 ingin bekerja walaupun di swasta karena aku.
jadilah ke jobfair hanya untuk menemani teman-temanku....

sebulan dua bulan sampai akhirnya ada ujian BUMN di Jasa Raharja dan aku ikut, sayangnya pada saat aku begitu ambisius aku kalah di tahap wawancara psikotesnya...
sedih teramat amat sampai aku berfikir apa iya aku coba swasta aja untuk mengisi waktu luang?
dan entah mengapa tiba-tiba ada lowongan untuk perusahaan nasional di negara ini, aku pikir BUMN juga, rupanya setelah lulus sampai tahap akhir aku baru tau kalau itu swasta.....

proses ujiannya beneran kayak BUMN sampai 7 tahap, mulai dari seleksi berkas, kemampuan umum, bahasa inggris, psikotes, wawancara psikolog, wawancara user dan kesehatan.
dan kita diterima cukup banyak 200 an orang ditempatkan diseluruh Indonesia, dan disini perjalanan baruku dimulai....

Bersambung...