My Journey With Jesus ^^

Daisypath Anniversary tickers

Minggu, 02 April 2017

Menikah untuk kemapanan ??

halo sudah lama ya aku tidak mampir disini...

hei, apa kabar?

ada banyak yang ingin kubagikan dengan pengalamanku dengan Tuhan yang baik...
tapi mulai darimana ya?

oke,
akhir-akhir ini aku terlibat dalam percakapan wanita dewasa yang merencanakan tentang PERNIKAHAN.
tapi sungguh mengejutkan karena kebanyakan menikah hanya karena faktor umur dan kemapanan...
" aku sudah umur begini dan sebentar lagi akan begini dan begini, aku ingin segera menikah dan begini "
di lain sisi,,,
pencarian akan pria-pria mapan sepertinya jadi sorotan tajam, beberapa wanita sepertinya lebih menginginkan kemapanan daripada seorang pria yang mengerti tentang kehendak Tuhan. maksudku itu berbicara tentang karakter yang Tuhan miliki dalam hidup seseorang...

seketika aku dipandang sebagai seseorang yang kuno, aneh dan agak menakjubkan.
hari begini??

sebut saja A, dia rela untuk mengakhiri hubungannya dengan B karena sinamot (mahar) yang kurang, kemudian berpacaran dengan pria lain yang lebih mapan. alasannya simpel banget, dia pengen mempertahankan kenyamanannya dengan gaya hidup dan kemewahan lewat orang baru tersebut. dengan kata lain dia menggantungkan hidupnya dari apa yang dimiliki oleh pria tersebut..

kadang saya bertanya, apa karena pemikiran saya yang ketinggalan atau zaman sekarang membuat orang menentukan pasangan hidupnya berdasarkan kemapanan dan kekayaan?
kekayaan atau kemampanan memang bisa membeli barang2 yang kita mau tetapi bukan dengan karakter yang baik.

saya pernah dijodohkan dengan seorang pria oleh salah satu family saya, awalnya saya enggan tapi karena promosinya bagus, saya akhirnya mau kenalan. bagus karena keluarga saya itu bilang dia ikut pelayanan sekolah minggu juga. saya belum tanya pekerjaan dan akhirnya saya terima dia sebagai salah satu teman di media sosial saya. dan saya baru tau kalau dia bekerja di salah salah satu bank bumn sebagai mana**r.
kalian pasti tau, rasanya dikirim ayat rohani setiap hari, penilaian saya awalnya bagus sampai akhirnya saya coba untuk berhenti merespon chattingannya beberapa hari dan akhirnya sifat aslinya keluar, dia kemudian menunjukkan uang-uangnya kemudian di poto utk dijadikan profil picture dan dia memamerkan kendaraan yang dia miliki dari sepeda motor, mobil mewah sampai beberapa barang berharga lainnya.
saya tidak damai sejahtera utk melihat dia sebagai orang yang saya akan doakan sebagai calon pasangan hidup saya.

bukan menjadi hal munafik kalau kita menginginkan hal yang indah bukan? tapi ini masalah memilih pasangan hidup loh, yang kita gak boleh menyesal karena alasan apapun nantinya kemudian mengatakan cerai, hiii...
saat itu ribuan komentar kecewa disampaikan kepada saya, sepertinya saya terlalu bodoh menyia-nyiakan pria seperti itu dengan jabatan dan karir yang bagus.
tapi pedoman saya sampai saat ini adalah, kekayaan itu pun asalnya dari Tuhan, jadi mengapa saya harus bergantung kepada orangnya?

sekarang saya tengah berhubungan dengan seseorang dan kita sudah menjalaninya selama 1 tahun 10 bulan.
dia belum memiliki pekerjaan dan saya tau tekanan dari kiri dan kanan selalu ada untuk saya meninggalkannya.
mungkin saya tidak bisa menceritakannya saat ini, tapi Tuhan yang menguatkan saya, Tuhan yang mencukupi apapun yang kami minta bahkan ketika sama-sama belum bekerja dan dia menguatkan dan mendukung saya, sekarang giliran saya yang akan mendukung dia.
kalau kata Pertamina, mulai dari NOL ya pak...hehhee...

saya bukan mau menakut nakuti hanya saja kalau kita membuat standar duniawi untuk menjadi pilihan dalam pencarian hidup siap-siap akan kecewa..
karena tampang misalnya, suatu hari nanti itu bisa berubah
karena kekayaan misalnya, suatu hari nanti itu bisa bangkrut.
tapi kalau kita memilih berdasarkan kriteria akan sifat Allah yang kita inginkan dalam dia. rasanya kita menjadi orang-orang yang cukup puas dengan apa yang kita punya, kita melengkapi bukan bergantung, kita sepadan bukan menjadi kurang atau lebih.

cari dan mintalah kepada Tuhan yang baik, yang baik menurut Dia yang bisa melengkapi kita bukan yang membuat kita bergantung...

Kamis, 25 Februari 2016

Tuhan menjawab Doaku (Part 3)- FINISH


akhirnya ini bagian ending yang aku akan selesaikan...

pas masuk ke salah satu Badan Usaha Milik Negara ini saya sempat dapat mimpi kalau saya itu naik burung merpati gede banget dan saya terbang tinggi, saya mengamini bahwa ada sesuatu yang besar sedang terjadi dalam hidup saya.

kalau kata orang arti mimpi saya bagus, kalau saya mengaminkan bahwa semua yang Tuhan buat dalam hidup saya adalah BAGUS.

setaip tahap ujian yang saya kerjakan dalam proses tes ini sungguh diluar dari perkiraan saya, Tuhan memberikan dari yang saya perkirakan, saat saya down dan mulai mengasihani diri saya sendiri, Tuhan selalu menguatkan saya, Dia sangat baik sekali...

apalagi pas tes kesehatan, saya sempat down pas Dokter yang meriksa bilang kalau saya memiliki pasir di ginjal saya karna saya kurang minum, sedih banget saya mulai berfikir kalau saya gak mungkin LULUS!

sampai tahap saya menunggu hasil pengumuman, tiba tiba dari kerjaan pertama saya dapat SK dipindahkan ke Kalimantan. what?? saya nangis, saya sedih saya bingung....
jujur saja saya tidak pernah ke pulau itu, saya dipindahkan ke Pulang Pisau di Kalimantan Tengah.
dan dari 20 orang yang dipindahkan hanya 2 orang wanita.... dan itu pertama yang dipindahkan kerja disana...

saya sibuk nyari orang yang bisa nolong saya supaya tidak jadi dipindahkan kesana, hasilnya NIHIL, saya sedih banget...

orangtua saya terutama mama, gak ikhlas kalau saya dipindahkan kesana, tapi mau tidak mau lusa nya saya harus berangkat. di satu sisi hanya pengumuman untuk BUMN itu saja yang bisa menolong saya, sayangnya itu juga belum pengumuman dan sejujurnya saya ragu percaya untuk lulus karna pada saat tes kesehatan ginjal saya tidak bersih...

dan dengan berat hati saya dipindahkan kesana...
saya nangis tiap malam, hahahaha...

karena tidak ada rumah penduduk dekat mess kami tinggali itu, hanya hutan karna kantornya baru dibuka di daerah sana. tapi ditengah kondisi itu saya bersyukur bahwa senior yang kami jumpai sangat baik semuanya.
kalau dilihat dari lingkungan memang kurang nyaman karena kami mandi airnya pun masih bergantung pada air dari bor yang warnanya masih kecoklatan dan banyak jangkrik dan hewan kecil lainnya yang datang kerumah.

dan jadilah tidak berapa lama kemudian saya jatuh demam...
Mama saya di kampung panik dan saya bilang saya tidak betah, dan saya sudah pastikan awal tahun 2016 saya akan resign.

malamnya sambil nangis dan terus berdoa saya bilang sama Tuhan Yesus kalau saya tidak lama kok di kalimantan ini..
malam minggunya tante saya mengunjungi saya, jarak dari rumahnya ketempat saya sekitar tiga jam dan sesuatu terjadi pas pacar saya nelpon dan dia bilang kalau saya tidak lulus karna pengumumannya sudah keluar.

saya mencoba untuk bersyukur walaupun agak berat hati dan beberapa menit kemudian pacar saya menelepon lagi untuk bilang bahwa saya cuma dikerjain oleh dia karna sebenarnya saya lulus. Dia bahagia sekali apalagi saya dan tante saya....

kita teriak- teriak, kita pelukan, kita lompat bersukacita dan tidak terasa airmata mengalir di pipi, bahwa Tuhan kasihan pada saya....

sedih, hampir putus asa, kemudian berpengharapan, mencoba terus dan pantang menyerah adalah lukisan hidup saya dalam mencari pekerjaan. Tuhan gak langsung memberikan apa yang saya inginkan dalam hati, proses saya berbeda dari orang lain..

tapi saya bersyukur karna di proses itu saya merasa Tuhan ada dekat saya terus...

saya tau sekarang bahwa Tuhan sedang menyiapkan hal baik dalam hidup saya...
tapi saya tetap belajar bahwa yang saya cintai harus TUHAN bukan BERKATNYA...

karena sebahagia apapun kita menerima berkat Tuhan itu tidak ada yang sifatnya kekal selain kita menerima DIA sebagai berkat itu sendiri...

saya hanya berhenti disini??

tidak!

saya tidak takut lagi untuk bermimpi yang tinggi karna saya tau kepada siapa saya berpengharapan dan Tuhan yang saya sembah....
saya masih punya banyak deretan mimpi yang saya ingin capai bersama Tuhan tentunya dengan cara yang benar. walaupun zaman sekarang bagi sebagian orang mencari pekerjaan itu gampang karna ada uang atau orang dalam, kamu harus percaya bahwa kamu salah satu yang akan diutusnya untuk mengerjakan kebenaran bahkan dalam susahnya mencari pekerjaan...

saya rindu suatu hari nanti, saya berdiri untuk memimpin bangsa ini..

saya rindu bahwa yang akan mengerjakannya bukan lagi yang lain, saya rindu bahwa Tuhan juga mengutus saya untuk visi besar bagi Indonesia. tapi sekarang saya belajar dari hal yang kecil dulu dan hal yang sangat disepelekan orang. karna saya tau bahwa apapun boleh Tuhan pakai untuk menyatakan Kemulian- Nya.


BL, Lusiana 25 Februari 2016


Minggu, 31 Januari 2016

Tuhan Menjawab Doaku - Part 2



Hello,,

masih serius mau dengerin lanjutan kesaksianku kan?

oke aku lanjutin.....

Jadilah pas aku dapat kerja di perusahaan itu,  aku dapat penempatan di Rembang...

jadilah pada hari itu juga tiba-tiba namaku jadi muncul di keluarga besar jadi "tokoh panutan" terkhusus buat golongan adek2 ku di bawah tingkatku, khususnya papaku, Dia bilang kalau dia sangat salut pada perjuangan kerasku dan idealisku yang dulu sangat ditentangnya habis-habisnya...

aku bilang semua karena "Tuhan Yesus" aku pikir memang bukan hal sulit bagi Dia untuk kasih berkat seperti yang kita mau, tetapi terlebih dahulu Dia mau membentuk hidup kita supaya kita siap akan berkat yang diberikan Dia untuk memberkati lebih banyak orang lagi..

dan satu hal yang aku belajar dalam Proses itu untuk tetap setia dan taat mengikuti jalan Tuhan itu kita harus bayar harga dan itu bikin kita semakin banyak berserah dan mempercayai Dia bahwa yang kita lakukan itu akan berbuah pada waktu Nya...

dulu Papa saya bilang, mana ada zaman sekarang bisa kerja di perusahaan bagus tanpa ada orang "dalam", kalian pasti tau maksudku ttg orang dalam, yaitu orang yang berada di perusahaan itu yang memiliki jabatan bagus yang menarik kita masuk karena rekomendasinya, atau menurut papa saya selain karena orang dalam karena duit alias 'sogokan'. saya tidak peduli dengan kebiasaan zaman sekarang yang masih mau melakukan hal-hal diatas, tapi saya PEDULI akan Firman Tuhan agar saya tetap "BERJALAN LURUS TIDAK MENYIMPANG KE KIRI DAN KE KANAN"

Papa saya nangis lah apalagi mama saya, kok bisa yaa, anaknya yang cuma lulusan di sumatera utara bisa bersaing diantara lulusan sarjana yang lebih lebih hebat langsung dari ibukota?

aku hanya bisa tersenyum dan mengatakan; SEMUA KARENA KEBAIKAN TUHAN YESUS...

saya sempat down kalau mengingat dulu bagaimana ada aja orang-orang yang menertawai perjuangan hidup saya, ' KOK MAU SUSAH-SUSAH YA CARI KERJA? KAN TINGGAL MINTA BAPAKNYA MASUKAN KE DEPARTEMEN PU!'  kebetulan karena merek papa saya kerja memang di PU....kalau PNS pasti tau lah ya singkatannya? PEKERJAAN UMUM...

aku bingung dengar komentar gitu...
saya malah bangga dengan diri saya sendiri, harus mandiri, harus berjuang, tidak seperti anak- anak mereka yang manja yang hanya bisa berharap pada harta kekayaan orangtuanya.....

tapi jujur saja, saya menyadari sesuatu pas saya kerja di Rembang itu, sepertinya saya bekerja hanya untuk pembuktian saja, agar orangtua saya sadar bahwa saya bisa tanpa bergantung kepada mereka...
saya senang karena teman-teman saya banyak dan pacar saya mendukung, hanya saja saya merasa bahwa apa yang saya kerjakan di dalam bukan pekerjaan impian yang saya inginkan...

saya di tempatkan di bagian Pengadaan dan tugasnya membuat kontrak...
kamu jangan liat bahwa bagian pengadaan tempat korup! Puji Tuhan untuk sistemnya sangat aman, orang- orang di dalamnya juga orang-orang jujur, apalagi bos saya, kalau ada supplier yang kirim hadiah pasti beliau menolak dengan keras dan mengembalikan semuanya, saya salut dan saya beruntung karena saya berada di tempat dengan karakter orang yang sevisi dengan saya...

tapi sampai beberapa bulan saya jalani ada yang  mengguncang hati saya....
seperti saya meyakini bahwa pekerjaan ini belum "LADANG SAYA"
saya berdoa dan ada beberapa pertimbangan saya secara pribadi yang membuat saya mencoba pekerjaan yang lain...

pada saat itu saya ikut 2 lowongan BUMN dan keduanya meluluskan saya di bagian administrasi, saya menjadi bimbang harus ikut yang mana, karena mengejar untuk ujian dari Rembang ke Jakarta tidak bisa sekali dua, dan pada saat itu saya berdiskusi dengan MAMA saya dan saya kaget karena dia menyuruh saya ikut tes di perusahaan asuransi yang saya ceritakan di PART 1 kemarin dan kalian tau  saya pernah gagal di wawancara psikologinya.....

"Ma, gak salah?? "

tapi mama saya terus meyakinkan saya kalau Tuhan akan menyertai saya sampai saya selesai dan lulus... hanya karena melihat semangat EMAK nya maka saya berjuang walaupun tidak pede....
diam-diam saya mulai cari hari tenang untuk ikut ujian tanpa sepengetauan satu kantor.....

sayangnya langkah saya sempat akan terhenti karena papa saya melarang;
menurut beliau anaknya ini tidak tau bersyukur, hohoooo karena masih belum puas terus ( alasan sebenarnya karena papa saya ternyata sudah berdiskusi dengan salah satu pensiunan pimpinan di cabang medan bagaimana tentang prospek perusahaan itu dan karena menurut Papa saya bagus saya dilarang, tapi alasan ke anaknya ya kamu tidak tau bersyukur, hehehhe)..

tapi karena semua keluarga apalagi mama bilang gak apa-apa dicoba, jadilah saya mencobanya....

dan pada saat saya ujian mulai dari tahap 1-6 semuanya Tuhan memang yang sangat bekerja dan saya dapat melihat bagaimana Dia menolong saya melewatinya....

(Kalau mau tau liat PART-3)

kalau pengen melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam hidupmu! Kamu harus yakin bahwa Tuhan itu hidup dan Tuhan itu melihat apapun yang kamu kerjakan dan semuanya akan Indah pada waktuNya Tuhan, karena JanjiNya selalu tepat waktu....

Bersambung......

Rabu, 27 Januari 2016

Tuhan Menjawab Doaku- PART 1


Guys, aku pernah janji akan kasih kesaksian, bagaimana aku mendapatkan pekerjaan...
rasanya sekarang itu bahagia, tapi tiga tahun itu tidak mudah bagiku untuk terus berpengharapan saat aku pikir tiada lagi jalan terbuka bagiku...

28 Januari tepatnya setahun lalu aku merantau kejakarta...
dan disitulah aku memulai segalanya...
bersama seorang sahabatku kita memutuskan untuk hidup berjuang di kota besar yang katanya "lebih kejam dari ibu tiri"

kita sepakat untuk satu kamar berdua untuk menghemat biaya dan ternyata harga kamarnya 2 kali harga kost di daerah ku dimedan sana  dan *jreng* aku begitu kaget ketika pintu dibuka oleh yang punya kost, itu kost sempit banget dan yang lebih sedih lagi pas buka kamar itu ukuran 2 kali 3 doang, dalam hati aku mulai mengeluh dan stress....
"sanggup gak ya Tuhan aku bertahan?" tiap hari selama 3 hari kalau malam uda tiba kerjaanku cuma menangis manja sama Tuhan....

pagi-pagi kita mulai belajar naik busway karena itu transportasi yang lebih murah, kita sempat tersesat hahhaa.... tapi siap itu besok2 malah senang naik busway kemana aja karena cuma 3500 bisa keliling jakarta, gak cuma busway kita coba juga commuter line..

kita mulai ikut2 jobfair entah dimana-mana , sakitnya ngejar busway biar gak telat, dan keliling demi cari kerja sakitnya itu *disini* kemarin sempat beberapa perusahaan swasta coba dan hoki hhahaha sebenarnya awalnya aku kejakarta sudah memantapkan hati pengen kerja di BUMN karena kalo ikut PNS taun itu gak buka, gak pede juga sih coba BUMN dari jakarta karena kan saingan lebih jago lagi dan lebih mantap...

dan jadilah aku di tahap akhir perusahaan gede kayak Astra dan Careffour bagian MT, dan entah kenapa walaupun iming2 gaji gede tapi karna harus kerja kadang2 di hari sabtu dan minggu jadi bikin aku berfikir dua kali, dan sebelum tahap akhir aku langsung serahin berkasku kembali ke bagian SDM karena aku gak siap untuk itu, aku berfikir untuk ibadah dan waktu dengan keluargaku, hehhee, walaupun pada saat itu aku dibilang bodoh sudah menyiakan kesempatan yang baik aku tidak peduli!

dan pada saat itu aku tidak ikut lagi jobfair karena di jobfair sangat jarang untuk lowongan BUMN kecuali PERTAMINA dan jujur saja aku pernah kalah di tahap psikotesnya, hahahha....
aku tidak ikut karena aku tidak mau jadi penghalang bagi orang yang benar2 ingin bekerja walaupun di swasta karena aku.
jadilah ke jobfair hanya untuk menemani teman-temanku....

sebulan dua bulan sampai akhirnya ada ujian BUMN di Jasa Raharja dan aku ikut, sayangnya pada saat aku begitu ambisius aku kalah di tahap wawancara psikotesnya...
sedih teramat amat sampai aku berfikir apa iya aku coba swasta aja untuk mengisi waktu luang?
dan entah mengapa tiba-tiba ada lowongan untuk perusahaan nasional di negara ini, aku pikir BUMN juga, rupanya setelah lulus sampai tahap akhir aku baru tau kalau itu swasta.....

proses ujiannya beneran kayak BUMN sampai 7 tahap, mulai dari seleksi berkas, kemampuan umum, bahasa inggris, psikotes, wawancara psikolog, wawancara user dan kesehatan.
dan kita diterima cukup banyak 200 an orang ditempatkan diseluruh Indonesia, dan disini perjalanan baruku dimulai....

Bersambung...

Rabu, 13 Januari 2016

Hallo Aku kembali 2016!






aku kembali 2016!

memang agak lebay sikit judulnya...
tapi sebenarnya itu ingin mengatakan aku rindu kembali di blog ku...

sudah berdebu..
"huuuuphh hupphhh"

tema tahun ini aku pakai bunga....
gak ada filosofi yang tajam dan dalam tapi memang pengen aja...hahaa
jadi setiap tulisanku di tahun 2016 aku akan pakai bunga...

guys...om..tante...
selamat tahun baru ya, walaupun telat...

laptop aye hang nyaaa kebangetan...
ini pas ngumpulin duit dan nabung satu tahun baru bisa membeli yang baru...

banyak banget yang sudah terjadi dalam hidup aye...

dari yang enak sampai enak sampai yang enak banget...
hahaaa iyaa guys dari 4 bulan Tuhan izinkan keliling 3 pulau dan 2 perusahaan yang berbeda sekaligus...

padahal tulisan aye di tahun 2014 semuanya ttg kegalauan karena belum dapat "Kerja"

memang ajaib dan baik banget Tuhan itu, setelah merantau dan berjuang di ibu kota akhiryaa bisaa kerjaaa...

tapi ntar gue cerita pengalaman gue selama ini....

Bagi yang pengen kita jadi teman dan lanjut ngobrol soal apa aja, termasuk Firman Tuhan aku mau kasih No Pin BB tapi guys! gue gak maksud buat pamer atau apalah namanya, tulus hanya ingin berbagi dengan kalian...

di save ya...
54c4cb67

Jesus bless! Happy New year

Jumat, 20 Maret 2015

Cerita Tesisku *kemuliaan Dia dimana-mana*

aku pernah janji cerita soal pengalaman pengerjaan TESIS ku yang luar biasa...
sakitnya tuh disini *tunjuk hati*
tapi sudah kuselesaikan akar2 pahit itu dan mencoba mengampuni beberapa yang sengaja atau tidak sengaja menyakitiku, huhuuu...

aku siap mengerjakannya pas 1 semester dengan 3 dosen pembimbing....
awalnya berjalan mulus, sampai ketika akan maju menuju seminarku yang kedua yang tak lain adalah seminar hasil....

aku maju bersama dengan temanku, sebut saja dia X..
dengan posisi yang sama akan maju juga untuk seminar hasil
kedua naskah untuk seminar hasil sudah ditangan beliau..

X: Pak, saya mau minta tanda tangan untuk maju seminar hasil.
Bapak pembimbing: sudah saya periksa?
X: diam...
lanjut...
X: Pak, rumah bapak di jalan N dimana pak? soalnya saya mau kasih sesuatu disuruh mamak...
     (Kagett)
Bapak: oh iya, saya kenal mama mu, sudah mana yang kamu kerjakan biar saya tanda tangani, maju terus ya (tiba2 jadi baik)
si X mundur, kali ini aku yang maju...

aku : pak, saya juga mau minta tanda tangan untuk ujian seminar hasil.
bapak: sudah saya periksa?
aku: menunjukkan tanda tangan beliau, sudah pak...
(kening beliau tiba2 berkerut)
bapak: ini kok salah? ini gimana? ini juga? (asal membuka tiap lembaran hanya untuk mencoret2 tanpa fokus)
aku: tapi saya tinggal maju saja pak, saya sudah dapat acc bapak
tiba2 bagian administrasi datang....
iya pak bapak sudah periksa punya si lusi jadi tinggal tanda tangan aja...
bapak : lah kenapa kamu ikut2an, kan yang dosennya saya? (bagian administrasi yang mencoba membantu saya pun langsung mundur pelan2)
bapak: ini kamu kerjakan lagi.....
(menangis dalam hati)

malamnya saya revisi lagi dan besoknya saya datangi lagi bapaknya dan caranya sama, dicoret2 lagi dan tidak ditandatangani, sementara teman saya yang kemarin  itu sudah maju seminar hasil...

akhirnya tidak tertahankan isi hati, saya pun menangis di depan kampus yang kosong,  saya kirim bbm untuk teman2 satu pelayanan mendoakan saya, lalu beberapa teman di kampus yang karena care atau cuma kasihan dengan tesis saya yang STUCK, datang dengan berbagai nasehat, ada yang benar, ada yang tidak dan sangat tidak benar...

C: Sabar ya dek, tetap berjuang dan beriman...
D:Aduh lus, zaman sekarang ya, udah hal biasa kasih sesuatu ama dosen, coba deh ikuti teman kamu yang kemarin itu.
G: kamu juga penampilannya biasa aja, harusnya bergaya dong, bajunya, pake make up (emang dikira saya marketing sis...)
H: gak laku lagi idealis, makin idealis dan integritas, siap2 gak lulus dari kampus ini.

dan singkat cerita....

Tuhan, tidak ada yang lusi bisa andalkan, diriku pun tidak, aku tau teman2ku dan berbagai nasehat mereka, ampuni apabila mereka mendukakan hatimu itupun karena mereka tidak mengerti ttg membayar harga dalam mengikutimu, ajaraku Tuhan untuk taat dan setia, kalau dengan jalan ini aku memuliakanMu, pakailah aku!

besoknya, bagian administrasi kampus menelepon, karena dosen pembimbing saya itu ingin ketemu, jujur saya rasanya saya sudah hampir hopeless, karena asal bertemu selalu saja beliau mencari kesalahan saya, kenapa Tuhan? tapi hari itu tanpa ada revisi apapun saya memberanikan diri menemui beliau, beliau cuma tersenyum dan mengatakan, mari mana Tesis kamu? saya mau tanda tangan....
saya gembira sekali, Tuhan tidak menutup matanya, tapi sekaligus heran, apa yang mengubah hati bapak itu ya?
rupanya pas saya nangis waktu kampus kosong, itu tidak benar2 kosong, ada yang memperhatikan saya menangis dan Tuhan memakai ibu itu untuk menolong saya, padahal dia hanya seorang pengantar minuman dosen kalau jam istirahat, THANK YOU GOD, THANK You ibu....
dan intinya Tuhan pakai loh ibu itu untuk menolong saya, pas saya pikir jalan saya tertutup dan perkataan ibu itu mengubahkan dosen pembimbing saya, TERPUJILAH TUHAN...dan saya diingatkan untuk tetap mengampuni dan mendoakan bapak itu dalam hati saya.

ada 3 dosen pembimbing, ada 3 karakter yang saya hadapi, tapi saya bersyukur bahwa karena Tuhan Yesus lah saya bisa menghadapi mereka dengan cara yang berbeda, dan itu menjadi kesaksian buat orang2 yang tau cerita ini di kampus...

"si lusi aja gak kasih apa2 buat dosen, lulus juga"
"se killer apa sih dosennya? Tuhan bisa nolong si lusi itu..."

guys, dari awal saya uda komit, selama saya mengerjakan Tesis saya tidak hana berfikir bagaimana itu cepat selesai dan saya menghalalkan segala cara, tapi bagaimana itu selesai dan nama Tuhan dipermuliakan dengan cara yang benar...

Pegang Tuhan saja dalam hidupmu, perkataan manusia seperti apapun tidak ada yang bisa membatasi kuasaNya, Terpujilah Tuhan!

Selasa, 24 Februari 2015

Ketika sesuatu berubah bagiku....

Selamat malam guys
sudah lama tidak menulis, dan banyak hal yang terjadi....
yup!

aku sedang memikirkan betapa abstraknya hidupku sekarang,
kalo masih mahasiswi masih ada jadwal yang benar2 teratur dan sekarang?
sibuk melamar sana sini dan interview sana sini...
kadang pengen nangis ama Tuhan...
*aku bosan*
tapi orang2 slalu mengatakan nanti Tuhan kasih yang terbaiknya buatmu....
oke, jadilah aku disini...
di ibukota Indonesia yang super duper macet dan meninggalkan zona nyaman di medan...

kita berdua dengan teman lulusan S2 UNRI, satu kamar karena sama2 cewek dan di dalam kamar yang sempit buatku (mengeluh habis2an dan pengen pulang lagi kemedan) yup. kamarnya kecil skali hanya ukuran 1,5 kali 2 meter dengan fasilitas kipas angin yang gak ada rasanya sama sekali, malam itu pas nyampek di kamar itu, aku nangis diam2 pas temanku tidur, aku bayangkan ukuran kamarku dimedan 5 kali lipat dari yang sekarang, bukannya gak mau cari yang lebih luas, cuma pasti mahal sementara aku gak mau merepotkan biaya dari orangtua, aku mau benar2 mandiri.....tapi lagi2 cuma bisa mengelus dada...

macet dan harus tua2 di jalan itulah Jakarta, dan aku merasakannya, dan panasnya yang amboiiiii....
belum lagi kalau nanyain jalan, yang kita tanya sering menipu2 gak jelas, kalau naik busway siap2 gak dapat tempat duduk, belum lagi kalau pas duduk kita liat ada nenek atau mama, serrr siap2 kita gantikan mereka yg berdiri, enak aja msh muda malah kita yang duduk santai, kalo di medan macetnya cuma lima menit dan gak mungkin gak duduk, dan setidaknya tidak tersesat karena banyak orang yg bs dipercaya untuk ditanya *elus2 dada*


dan .........
 keluarga sibuk untuk nyuruh datang kerumahnya gak peduli lagi weekend atau apaa....
senang sih, senang banget cuma namanya cari kerja ya, gak kepikiran begitu apalagi meet up ama teman2....
alhasil aku dikira sok sibuk, hiii....

setelah aku menolak dengan perubahanku sekarang, sejujurnya aku makin sering banget bertanya ama Tuhan, sudah sejauh ini, aku percaya Dia tidak akan membawaku untuk sebuah kesia2an....
walaupun kadang aku bilang, Tuhan aku bosan, aku mau kerja....
tapi aku tau semuanya waktuNya Tuhan, apalagi memang untuk mendapatkan sesuai yang kita inginkan, harus membutuhkan banyak perjuangan dan doa....
tapi yang aku mau bilang adalah...........

ketika situasi2 yang diatas yang pengen bikin aku nangis, dan rasanya berada di alam ntah mana, ukuran kamar, masalah busway, atau perubahan lainnya bikin aku datang ama Tuhan dan aku mau belajar tunduk, aku mau percaya bahwa hal seperti ini harus dialami orang2 yang pengen berhasil, eaaakkkk.......bukan, lebih tepatnya harus dialami oleh orang2 yang mau diajar Tuhan dengan caraNya, makin kita tegar tengkuk dengan prosesnya, maka makin berkelok2 lah jalannya, seperti kisah orang israel yang sulit sekali diproses Tuhan, aku juga $%^#@$%

sekarang,....
setelah beberapa minggu dan aku mulai menikmati kota ini......
lebih tepatnya lagi proses2nya Tuhan...
aku bertemu dengan orang2 baru dan dengan berbagai karakter..
teman2 satu kost yang beda suku tapi tetap kompak...
gereja dan teman2 yang sevisi dan semisi juga ada...
dan aku salah menilai Tuhan selama ini...
karena ketika aku belum kerja aku pikir Tuhan sedang tidak memberkatiku, sementara ketika aku liat teman2 semasa kuliahku yang sudah bekerja dan diposisi empuk, aku pikir Tuhan lebih memberkati mereka..
tapi sekarang mata hatiku terbuka..

aku memang belum bekerja tapi bukan berarti Tuhan tidak memberkatiku, tapi yang benar adalah yang terjadi adalah waktuNya, Tuhan memberkatiku dengan hal2 yang tak pernah kusadari selama ini, ada orangtua yang terus mendoakanku, ada sahabat2ku yang setia menolongku trus bertumbuh dan mendoakanku, ada pelayananku yang membuatku belajar untuk mengasihi Tuhan dan dikasihi olehNya, ada pendidikan yang tidak semua orang bisa mengecapnya, ada kebutuhan dan fasilitas yang berkecukupan...
aku diberkati **
dan lama sebelum aku menyadarinya Aku punya Tuhan yang mati untuk menyelamatkanku....
ada anak2 kecil yang mencintaiku dan sangat kucintai....
banyak sekali dan itu tak sanggup untuk kuuraikan apabila mataku hanya berfokus apa yang kurang kudapat saat ini...

aku akan terus melaju kedepan,
aku mau terus melangkah,
mengimani masa depan dari Tuhan buat anak2Nya adalah yang terbaik......